04/10/10

Kak Seto dan Putri GusDur Obati Trauma di Kampung Ahmadiyah


Ditengah kerumunan Anak-anak Ahmadi korban penyerangan sekelompok masa terhadap kampung Ahmadiyah, Kak Seto dan Inayah Wahid-Putri  GusDur berbagi keceriaan.

Jumat dini hari awal Oktober 2010, sekelompok masa tiba tiba mendatangi perkampungan warga Ahmadiyah didesa Cisalada Ciampea Bogor Jawabarat. Mereka semena-mena  melakukan tindak anarkis tanpa ada perlawanan . Mereka mengobrak abrik kampung, dengan membakar satu masjid, satu unit mobil, dan motor, serta empat rumah warga setempat. 

Serangan mendadak ini terpaksa membuat penghuni pemukiman Ahmadiyah ini melarikan diri. Mengetahui kejadian ini 250 personil dari DALMAS, Polsek, Brimob, gabungan dibantu sejumlah anggota TNI langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
Untuk menghindari amuk masa petugas kepolisian mengevakuasi dan melokalisir warga Ahmadiyah ketempat aman. Dari dasar penyelidikan sementara polisi menyimpulkan, aksi anarkis ini dilakukan warga kampung Salasa dan warga  sekitar. 

Kemarahan warga ini dipicu adanya isu dua warga kampung kebon kopi yang mengalami luka-luka lantaran perbuatan seorang warga Ahmadiyah Cisalada. Isu yang belum jelas ini terlanjur melahirkan tindak kekerasan sekelompok warga di Bogor. Namun hal itu tak membuat warga Ahmadiyah di Kuningan resah. Aktivitas warga Ahmadiyah di desa Manislor Kuningan Jawabarat tetap berjalan normal. Meski begitu petugas keamanan setempat tetap menyiagakan belasan personilnya. Mereka berjaga jaga dipintu masuk desa Manislor. Dari Bogor dan Kuningan tim liputan SokoTunggalNews melaporkan- Minggu pagi 3 Oktober 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar